Rabu, 05 Mei 2021

drg.CARISSA GRANI, MM., AAAK || CORONA MEMBAWA NYA MENJADI MUALAF

 


Di balik semua ketetapan Alloh SWT pastilah terdapat hikmah yang dapat diambil untuk manusia, baik ketetapan itu merupakan ketetapan yang baik maupun yang buruk. Tinggal bagaimana manusia menyikapinya. Dengan berfikir kritis, manusia akan dapat menemukan celah atau sisi baik dari semua hal yang telah digariskan oleh Alloh SWT. Itulah gambaran orang cerdas dan beruntung. Dan itulah yang terjadi pada drg Carissa Grani yang mendapat hikmah luar biasa yang nilainya tidak dapat diukur dan dibandingkan dengan kenikmatan apapun di dunia yaitu mendapat hidayah Iman dan Islam pada masa pandemi. Beliau menjadi seorang mualaf dengan melalui perjuangan yang sangat berat . Corona membawanya menjadi mualaf

Minggu, 25 April 2021

PERBEDAAN PNS DAN PPPK



Kepala BKN resmi mengumumkan bahwa di tahun 2021 tidak ada bukaan CPNS Guru, seleksi digantikan dengan lowongan besar-besaran PPPK Guru. Adanya wabah pandemi yang telah menghabiskan sebagian besar dana APBN  tahun 2021 terutama untuk penanganan dan pemulihan ekonomi di masa pandemi covid-19. Sedangkan di sisi lain dihadapkan pada kenyataan semakin berkurangnya jumlah pegawai khususnya guru  dikarenakan banyak yang pensiun.

DOKUMEN-DOKUMEN PENTING YANG DISYARATKAN DAN LINK DALAM PENDAFTARAN SELEKSI CALON ASN TAHUN 2021


Pada tahun ini akan digelar serentak rekrutmen untuk tiga kategori ASN. Ketiga kategori tersebut adalah Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian kerja (PPPK), dan juga Sekolah Kedinasan.

Kamis, 15 April 2021

PP No. 57 Tahun 2021 Tentang Standar Nasional Pendidikan

Standar Nasiona Pendidikan
     

     Pemerintah telah menetapkan peraturan pemerintah tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) terbaru tahun 2021, yaitu Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.57 tahun 2021. Penetapan PP Nomor 57 Tahun 2021 didasarkan atas  pertimbangan  bahwa pendidikan di Indonesia membutuhkan standar nasional yang memerlukan penyesuaian terhadap dinamika dan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kehidupan masyarakat untuk kepentingan peningkatan mutu pendidikan. Lebih lanjut dijelaskan dalam PP Nomor 57 Tahun 2021  bahwa sebagai pedoman dasar, Standar Nasional Pendidikan perlu secara berkala ditinjau kesesuaiannya dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta tantangan zarnan yang berubah, melalui penyempurnaan substansi pengaturan. Penyempurnaan tersebut dimaksudkan agar  tetap mutakhir dan relevan, sehingga dapat mendukung akselerasi peningkatan mutu sistem Pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia. 

       

Minggu, 11 April 2021

PERENCANAAN PENILAIAN KETERAMPILAN K.13 JENJANG SMP

    

Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Pengumpulan informasi tersebut ditempuh melalui berbagai teknik penilaian, menggunakan berbagai instrumen, dan berasal dari berbagai sumber. Penilaian hasil belajar oleh pendidik bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan yang meliputi aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan. 

    Perancangan strategi penilaian oleh pendidik dilakukan pada saat penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berdasarkan silabus. Penilaian aspek sikap dilakukan melalui observasi/pengamatan dan teknik penilaian lain yang relevan. Penilaian aspek pengetahuan dilakukan melalui tes tertulis, tes lisan, dan penugasan sesuai dengan kompetensi yang dinilai. Sedangkan penilaian keterampilan dilakukan melalui praktik, produk, proyek, portofolio, dan/atau teknik lain sesuai dengan kompetensi yang dinilai.

    

Selasa, 23 Maret 2021

Beban Kerja Guru Sesuai Permendikbud No.15 Tahun 2018

Guru mengajar
        

 
Dengan ditetapkannya Permendikbud no 15 tahun 2018 tentang pemenuhan beban kerja guru, kepala sekolah dan pengawas pada tanggal 18 Mei 2018, maka mulai tahun pelajaran 2018/ 2019 sudah harus diterapkan dan permendiknas RI Nomor 30 Tahun 2011 sebagai perubahan Permendiknas Nomor 39 Tahun 2009 dinyatakan tidak berlaku lagi. 

Senin, 15 Maret 2021

LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN PROGRAM INDUKSI GURU PEMULA



Program induksi guru pemula (PIGP) adalah kegiatan orientasi, pelatihan di tempat kerja, pengembangan, dan praktik pemecahan berbagai permasalahan dalam  proses pembelajaran/bimbingan & konseling bagi guru pemula pada sekolah/madrasah di tempat tugasnya. 

Selasa, 09 Maret 2021

PROGRAM INDUKSI BAGI GURU PEMULA

PROGRAM INDUKSI BAGI GURU PEMULA

Program induksi bagi guru pemula yang selanjutnya disebut program induksi adalah kegiatan orientasi, pelatihan di tempat kerja, pengembangan, dan praktik pemecahan berbagai permasalahan dalam proses pembelajaran/bimbingan dan konseling bagi guru pemula pada sekolah/madrasah di tempat tugasnya. 

A. Tujuan Program Induksi

Dalam program induksi, guru pemula dibimbing oleh guru profesional berpengalaman yang diberi tugas untuk membimbing guru pemula dengan tujuan :

  1. beradaptasi dengan iklim kerja dan budaya sekolah/madrasah; 
  2. melaksanakan pekerjaannya sebagai guru profesional di sekolah/madrasah..

B. Peserta Program Induksi

Guru pemula adalah guru yang baru pertama kali ditugaskan melaksanakan proses pembelajaran/bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, atau masyarakat, yang terdiri dari 3 ketegori:

    1. Berstatus calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang ditugaskan pada sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah; 
    2. Berstatus pegawai negeri sipil (PNS) mutasi dari jabatan lain;
    3. Bukan PNS yang ditugaskan pada sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh masyarakat.

C. Hak dan Kewajiban Guru Pemula

         Guru pemula diberi hak memperoleh bimbingan dalam hal:

  1. pelaksanaan proses pembelajaran, bagi guru kelas dan guru mata pelajaran;
  2. pelaksanaan proses bimbingan dan konseling, bagi guru bimbingan dan konseling; 
  3. pelaksanaan tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah. 

Guru pemula memiliki kewajiban merencanakan pembelajaran/bimbingan dan konseling, melaksanakan pembelajaran/bimbingan dan konseling yang bermutu, menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran/bimbingan dan konseling, serta melaksanakan perbaikan dan pengayaan.

D. Pelaksanaan Program Induksi

Program induksi dilaksanakan secara bertahap dan sekurang-kurangnya meliputi persiapan, pengenalan sekolah/madrasah dan lingkungannya, pelaksanaan dan observasi pembelajaran/bimbingan dan konseling, penilaian, dan pelaporan. 

Program induksi dilaksanakan di satuan pendidikan tempat guru pemula bertugas selama 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang paling lama 1 (satu) tahun. Mendapat beban mengajar antara 12 (dua belas) hingga 18 (delapan belas) jam tatap muka per minggu bagi guru mata pelajaran, atau beban bimbingan antara 75 (tujuh puluh lima) hingga 100 (seratus) peserta didik per tahun bagi guru bimbingan dan konseling. 

Selama berlangsungnya program induksi, pembimbing, kepala sekolah/madrasah, dan pengawas wajib membimbing guru pemula agar menjadi guru profesional. 

Pembimbingan yang diberikan meliputi bimbingan dalam perencanaan pembelajaran/bimbingan dan konseling, pelaksanaan kegiatan pembelajaran/ bimbingan dan konseling, penilaian dan evaluasi hasil pembelajaran/bimbingan dan konseling, perbaikan dan pengayaan dengan memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi pembelajaran/bimbingan dan konseling, dan pelaksanaan tugas lain yang relevan

E. Penilaian Kinerja Guru Pemula

Penilaian terhadap kinerja guru pemula dilakukan pada akhir masa program induksi.  Hasil penilaian kinerja merupakan hasil kesepakatan pembimbing, kepala sekolah/madrasah, dan pengawas, dalam bentuk nilai dengan kategori amat baik, baik, cukup, sedang, dan kurang, yang selanjutnya disampaikan kepada kepala dinas pendidikan/kantor kementerian agama setempat. Kepala dinas pendidikan/kantor kementerian agama setempat menerbitkan sertifikat bagi guru pemula yang memiliki kinerja paling kurang kategori baik.

Guru pemula yang berstatus bukan PNS, yang telah menyelesaikan program induksi dengan nilai kinerja paling kurang kategori baik, yang dibuktikan dengan sertifikat dapat diusulkan untuk diangkat sebagai guru tetap dan diangkat dalam jabatan fungsional guru. 

Program Induksi ini tertuang dalam Permendiknas No.27 Tahun 2010. Untuk mendapatkan filenya dalam bentuk Pdf silakan DOWNLOAD DI SINI


PANGKAT GOLONGAN PNS GURU-JABATAN FUNGSIONAL GURU DAN ANGKA KREDITNYA

PANGKAT GOLONGAN PNS GURU-JABATAN FUNGSIONAL GURU DAN ANGKA KREDITNYA

Jabatan fungsional guru adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan kegiatan mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil.