Minggu, 22 Mei 2022

PRINSIP, PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DAN ASESMEN DALAM KURIKULUM MERDEKA

 


Prinsip Pembelajaran dan Asesmen

Prinsip Pembelajaran merupakan proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Prinsip pembelajaran sebagai berikut:

    1. Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai dengan kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakteristik dan perkembangan peserta didik yang beragam sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan;
    2. Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat;
    3. Proses pembelajaran mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik;
    4. Pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks, lingkungan, dan budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra; dan
    5. Pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan.

Prinsip Asesmen  atau penilaian merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Prinsip asesmen sebagai berikut:

    1. Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, fasilitasi pembelajaran, dan penyediaan informasi yang holistik, sebagai umpan balik untuk pendidik, peserta didik, dan orang tua/wali agar dapat memandu mereka dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya;
    2. Asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen tersebut, dengan keleluasaan untuk menentukan teknik dan waktu pelaksanaan asesmen agar efektif mencapai tujuan pembelajaran;
    3. Asesmen dirancang secara adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya (reliable) untuk menjelaskan kemajuan belajar, menentukan keputusan tentang langkah dan sebagai dasar untuk menyusun program pembelajaran yang sesuai selanjutnya;
    4. Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi yang bermanfaat tentang karakter dan kompetensi yang dicapai, serta strategi tindak lanjut; dan
    5. Hasil asesmen digunakan oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua/wali sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

Perencanaan serta Pelaksanaan Pembelajaran dan Asesmen

  1. Asesmen di awal pembelajaran dapat dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar peserta didik, dan hasilnya digunakan untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan tahap capaian peserta didik. Pada pendidikan khusus, asesmen diagnostik dilaksanakan sebelum perencanaan pembelajaran sebagai rujukan untuk menyusun Program Pembelajaran Individual (PPI).
  2. Satuan pendidikan dan pendidik memiliki keleluasaan untuk menentukan kegiatan pembelajaran dan perangkat ajar sesuai dengan tujuan pembelajaran, konteks satuan pendidikan, dan karakteristik peserta didik.
  3. Satuan pendidikan dan pendidik memiliki keleluasaan untuk menentukan jenis, teknik, bentuk instrumen, dan waktu pelaksanaan asesmen berdasarkan karakteristik tujuan pembelajaran.
  4. Apabila pendidik menggunakan modul ajar yang disediakan pemerintah dan/atau membuat modul ajar merujuk pada modul ajar yang disediakan pemerintah, maka pendidik tersebut dapat menggunakan modul ajar sebagai dokumen perencanaan pembelajaran, dengan komponen sekurang-kurangnya terdiri dari tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, dan asesmen yang digunakan untuk memantau ketercapaian tujuan pembelajaran.
  5. Untuk SMK, mitra dunia kerja dapat mendukung pembelajaran, asesmen, dan uji kompetensi yang selaras dengan prinsip-prinsip asesmen.
  6. Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran dan asesmen pada mata pelajaran Praktik Kerja Lapangan (PKL) di SMK dilaksanakan secara kolaboratif oleh satuan pendidikan dan mitra dunia kerja.

Pengolahan Hasil Asesmen

  1. Satuan pendidikan dan pendidik memiliki keleluasaan untuk menentukan strategi pengolahan hasil asesmen sesuai kebutuhan.
  2. Satuan pendidikan dan pendidik menentukan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran.
  3. Untuk SMK, satuan pendidikan dan pendidik memilih Kriteria Unjuk Kerja (KUK) yang sesuai dengan konsentrasi keahlian. KUK menjadi kriteria minimum yang harus dicapai peserta didik pada setiap unit kompetensi.

Pelaporan Kemajuan Belajar

  1. Satuan pendidikan menyiapkan pelaporan hasil belajar (rapor) peserta didik.
  2. Rapor peserta didik PAUD meliputi komponen identitas peserta didik, nama satuan pendidikan, kelompok usia, semester, tinggi badan dan berat badan, deskripsi perkembangan capaian pembelajaran, dan refleksi orang tua.
  3. Rapor peserta didik SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK atau sederajat meliputi komponen identitas peserta didik, nama satuan pendidikan, kelas, semester, mata pelajaran, nilai, deskripsi, catatan guru, presensi, dan kegiatan ekstrakurikuler.
  4. Satuan pendidikan memiliki keleluasaan untuk menentukan mekanisme dan format pelaporan hasil belajar kepada orang tua/wali.
  5. Pada SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK/MAK atau sederajat, satuan pendidikan dan pendidik memiliki keleluasaan untuk menentukan deskripsi dalam menjelaskan makna nilai yang diperoleh peserta didik.
  6. Pelaporan hasil belajar disampaikan sekurang-kurangnya pada setiap akhir semester.
  7. Satuan pendidikan menyampaikan rapor peserta didik secara berkala melalui e rapor/dapodik
  8. Pada SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau sederajat, satuan pendidikan memiliki keleluasaan untuk menentukan kriteria kenaikan kelas dengan mempertimbangkan:

    • Laporan kemajuan belajar;
    • Laporan pencapaian projek penguatan profil pelajar Pancasila;
    • Portofolio peserta didik;
    • Paspor keterampilan (skill passport) dan rekognisi pembelajaran lampau peserta didik untuk SMK
    • Prestasi akademik dan non-akademik;
    • Ekstrakurikuler;
    • Penghargaan peserta didik; dan
    • Tingkat kehadiran.

Ketentuan lebih lanjut mengenai pembelajaran dan asesmen diatur dalam panduan yang ditetapkan oleh pemimpin unit utama yang membidangi kurikulum, asesmen, dan perbukuan.

Untuk panduan asesmen terkait unit kompetensi disusun setelah berkoordinasi dengan pemimpin unit utama yang membidangi pendidikan vokasi


Jumat, 20 Mei 2022

Permendikbudristek No.16 Tahun 2022 Tentang Standar Proses Pada Paud dan Dikdasmen



    Untuk melaksanakan ketentuan Pasal 15 Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022, maka ditetapkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2022 Tentang Standar Proses Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah. 

        Standar Proses adalah kriteria minimal proses pembelajaran berdasarkan jalur, jenjang, dan jenis pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. Standar Proses digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan proses pembelajaran yang efektif dan efisien untuk mengembangkan potensi, prakarsa, kemampuan, dan kemandirian Peserta didik secara optimal yang meliputi:

  1. Perencanaan Pembelajaran Penilaian Proses Pembelajaran
  2. Pelaksanaan Pembelajaran
  3. Penilaian Proses Pembelajaran
        Penjelasan dari 3 point yang terdapat dalam permendikbudristek  No.16 Tahun 2022 tersebut dapat admin rangkum sebagai berikut:

A. Perencanaan pembelajaran;

1. Perencanaan pembelajaran merupakan aktivitas yang dilakukan oleh seorang pendidik untuk merumuskan:

a.  Capaian pembelajaran yang menjadi tujuan belajar dari suatu unit pembelajaran

Capaian pembelajaran merupakan sekumpulan kompetensi dan lingkup materi pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum Satuan Pendidikan. Kurikulum Satuan Pendidikan disusun berdasarkan:

        1. kerangka dasar dan struktur kurikulum yang ditetapkan secara nasional.
        2. visi, misi, dan karakteristik Satuan Pendidikan.

Capaian yang menjadi tujuan belajar dari suatu unit pembelajaran dirumuskan dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik dan sumber daya satuan pendidikan. Selain pada pendidikan menengah kejuruan juga mempertimbangkan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja.

Perumusan capaian yang menjadi tujuan belajar pada pendidikan menengah kejuruan dituangkan dalam bentuk kompetensi yang mengacu pada jenjang kualifikasi keahlian tertentu atau sesuai kebutuhan hidup mandiri.

Perumusan capaian pembelajaran yang menjadi tujuan belajar pada pendidikan khusus ditujukan untuk:

        1. optimalisasi potensi, bakat, minat, dan kesiapan kerja;
        2. pembentukan kemandirian; dan/atau
        3. penguasaan keterampilan hidup, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik.

 

b.  Cara untuk mencapai tujuan belajar.

Cara untuk mencapai tujuan belajar dilakukan melalui strategi pembelajaran yang dirancang untuk memberi pengalaman belajar yang berkualitas yang dilaksanakan dengan :

        1. memberi kesempatan untuk menerapkan materi pada problem atau konteks nyata;
        2. mendorong interaksi dan partisipasi aktif Peserta Didik;
        3. mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang tersedia di lingkungan Satuan Pendidikan dan/atau di lingkungan masyarakat; dan/atau
        4. menggunakan perangkat teknologi informasi dan komunikasi

Strategi pembelajaran sebagaimana dimaksud di atas dilaksanakan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, yang mencakup:

        1. usia dan tingkat perkembangan;
        2. tingkat kemampuan sebelumnya;
        3. kondisi fisik dan psikologis; dan
        4. latar belakang keluarga Peserta Didik.

Pelaksanaan strategi pembelajaran dapat bersifat lintas mata pelajaran dan/atau lintas tingkatan kelas.

c.   Cara menilai ketercapaian tujuan belajar.

Cara menilai ketercapaian tujuan belajar dilakukan oleh pendidik dengan menggunakan beragam teknik dan/atau instrumen penilaian yang sesuai dengan tujuan belajar serta  mengacu pada standar penilaian pendidikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

2.  Kegiatan perencanaan pembelajaran sebagaimana di maksud di atas disusun dalam bentuk dokumen perencanaan pembelajaran yang:

      • Fleksibel (merupakan dokumen yang tidak terikat pada bentuk tertentu dan dapat disesuaikan dengan konteks pembelajaran);
      • Jelas (merupakan dokumen yang mudah dipahami; dan
      • Sederhana (dokumen yang berisi hal pokok dan penting sebagai acuan pelaksanaan   pembelajaran).

3.  Dokumen perencanaan sebagaimana dimaksud di atas paling sedikit memuat:

      • Tujuan pembelajaran;
      • Langkah atau kegiatan pembelajaran; 
      • Penilaian atau asesmen pembelajaran.

B. Pelaksanaan pembelajaran

  • Pelaksanaan pembelajaran sebagaimana diselenggarakan dalam suasana   belajar yang:
        1. interaktif;
        2. inspiratif;
        3. menyenangkan;
        4. menantang;
        5. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif.
        6. memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik, serta psikologis peserta didik.

  • Pelaksanaan pembelajaran dilakukan oleh pendidik dengan memberikan:

      1. Keteladanan (memberikan keteladanan dilakukan dengan berperilaku luhur pada kehidupan sehari-hari)
      2. Pendampingan (memberikan pendampingan dilakukan dengan memberi tantangan, dukungan, dan bimbingan bagi peserta didik dalam proses belajar)
      3. Fasilitasi (memberikan dilakukan dengan memberikan akses dan kesempatan belajar bagi peserta didik sesuai dengan kebutuhan)

C. Penilaian proses pembelajaran.

Merupakan asesmen terhadap perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh Pendidik yang bersangkutan. Asesmen dilakukan setelah pelaksanaan pembelajaran paling sedikit 1 (satu) kali dalam 1 (satu) semester  dan  dilakukan dengan cara:

  • refleksi diri terhadap pelaksanaan perencanaan dan proses pembelajaran; 
  • refleksi diri terhadap hasil asesmen yang dilakukan oleh sesama pendidik, kepala satuan    pendidikan, dan/atau peserta didik

Selain dilaksanakan oleh pendidik yang bersangkutan sebagaimana disebutkan di atas, penilaian proses ini dapat dilaksanakan oleh:

    1. Sesama pendidik;
    2. Kepala satuan pendidikan; dan/atau
    3. Peserta didik.

    Untuk download File, klik tombol berikut:

Download Button

Selasa, 17 Mei 2022

CARA MENDAFTAR , CETAK BUKTI PENERIMAAN DAN DAFTAR ULANG DALAM PPDB SMA/SMK JATIM TAHUN PELAJARAN 2022/20223

         

    Setelah semua calon peserta didik baru mengambil PIN (Personal Identification Number) dan Penentukan titik rumah dengan aplikasi geolokasi melalui situs ppdb.jatimprov.go.id yang dimulai tanggal 2 Juni 2022 sampai dengan 18 Juni 2022 secara online, maka tahapan berikutnya dalam PPDB SMA/SMAK Tahun Pelajaran 2022/2023 adalah melakukan pendaftaran sesuai dengan jalur yang pilih, melihat pengumuman dan cetak bukti penerimaan, serta daftar ulang sebagai tahapan terakhir dalam PPDB. Adapun cara mendaftar sebagai berikut:
I. TATA CARA PENDAFTARAN UNTUK CALON PESERTA DIDIK

a. Jalur Afirmasi (SMA/SMK)

    1. Login ke situs ppdb.jatimprov.go.id dengan menggunakan NISN dan PIN.
    2. Untuk SMA, memilih 1 (satu) sekolah yang dituju dalam zona atau luar zona yang berbatasan.
    3. Untuk SMK, memilih 1 (satu) kompetensi keahlian di sekolah yang dituju dalam zona atau luar Zona.
    4. Khusus peserta didik dari keluarga tidak mampu mengunggah bukti keikutsertaan dalam program penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah berupa Kartu ndonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sosial Tunai (BST), Kartu Bantuan Pangan Non Tunai (KBPNT), Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), dan/atau Program bantuan Pemerintah Daerah lainnya sebagai bukti keikutsertaan program penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah.
    5. Khusus peserta didik dari Anak Buruh mengunggah poin (d) ditambah dengan surat/tanda keanggotaan Asosiasi Buruh yang dimiliki orang tua/wali.
    6. Khusus peserta didik penyandang disabilitas, mengunggah hasil asesmen awal (Asesmen fisik/Psikologis, Akademik, Fungsional, Sensorik dan Motorik oleh Psikolog, Psikiater, Dokter Spesialis) dan Surat keterangan dari Kepala Sekolah asal.
    7. Mengunduh bukti pendaftaran.

b. Jalur Perpindahan Tugas Orang tua/wali (SMA/SMK)

    1. Login ke situs ppdb.jatimprov.go.id dengan menggunakan NISN dan PIN.
    2. Untuk SMA, memilih 1 (satu) sekolah yang dituju dalam zona atau luar zona yang berbatasan.
    3. Untuk SMK, memilih 1 (satu) kompetensi keahlian di sekolah yang dituju dalam zona atau luar zona.
    4. Untuk jalur pindah tugas orang tua/wali mengunggah SK mutasi/perpindahan tugas orang tua/wali yang diterbitkan oleh instansi, lembaga, kantor, atau perusahaan yang mempekerjakan.
    5. Khusus anak guru/tenaga kependidikan memilih 1 (satu) sekolah untuk jenjang SMA atau memilih 1 (satu) kompetensi keahlian untuk jenjang SMK sesuai dengan sekolah tempat orang tuanya bertugas.
    6. Khusus anak guru atau tenaga kependidikan SMA/SMK Negeri, mengunggah Surat Penugasan orang tua sebagai Guru atau Tenaga Kependidikan dari Kepala Sekolah SMA/SMK tempat bertugas.
    7. Khusus anak tenaga kesehatan mengunggah Surat Keterangan dari atasan langsung rumah sakit/puskesmas tempat orang tuanya bertugas.
    8. Mengunduh bukti pendaftaran

c. Jalur Prestasi Hasil Lomba (SMA/SMK)

    1. Login ke situs ppdb.jatimprov.go.id dengan menggunakan NISN dan PIN.
    2. Untuk SMA, memilih 1 (satu) sekolah yang dituju dalam zona atau luar zona yang berbatasan.
    3. Untuk SMK, memilih 1 (satu) kompetensi keahlian di sekolah yang dituju dalam zona atau luar zona.
    4. Mengisi data prestasi dan mengunggah bukti dokumen prestasi.
    5. Mengunduh bukti pendaftaran.
    6. Jalur Prestasi Nilai Akademik (SMA/SMK)
    7. Login ke situs ppdb.jatimprov.go.id dengan menggunakan NISN dan PIN.
    8. Untuk SMA, memilih paling banyak 3 (tiga) sekolah dengan ketentuan ketiganya dalam zona atau 2 (dua) dalam zona dan 1 (satu) di luar zona yang berbatasan.
    9. Untuk SMK, memilih paling banyak 3 (tiga) Kompetensi Keahlian dalam 1 (satu) sekolah atau sekolah yang berbeda, dalam zona dan/atau luar zona.
    10. Mengunduh bukti pendaftaran.

d. Jalur Zonasi SMA/SMK

    1. Login ke situs ppdb.jatimprov.go.id dengan menggunakan NISN dan PIN.
    2. Untuk SMA, memilih paling banyak 3 (tiga) sekolah dengan ketentuan ketiganya dalam zona atau 2 (dua) dalam zona dan 1 (satu) di luar zona yang berbatasan.
    3. Untuk SMK, memilih paling banyak 3 (tiga) Kompetensi Keahlian dalam 1 (satu) sekolah atau sekolah yang berbeda, dalam zona dan/atau luar zona.
    4. Mengunduh bukti pendaftaran.


II. PENGUMUMAN DAN CETAK BUKTI PENERIMAAN

  1. Pengumuman jalur PPDB yang meliputi Jalur Afirmasi, Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua/wali, Jalur Prestasi Hasil Lomba, Jalur Prestasi Nilai Akademik, dan Jalur Zonasi, diumumkan melalui aplikasi PPDB online pada situs ppdb.jatimprov.go.id.
  2. Peserta didik yang telah diterima, tidak dapat mendaftar di tahap dan jalur berikutnya.
  3. Peserta didik yang telah diterima di sekolah pilihannya sesuai jalur yang dipilih, wajib melakukan cetak bukti pendaftaran melalui situs ppdb.jatimprov.go.id.
  4. Peserta didik yang telah diterima dan telah melakukan cetak bukti pendaftaran, wajib melaksanakan proses daftar ulang sesuai jadwal yang telah ditentukan.


III. TATA CARA DAFTAR ULANG

  1. Daftar ulang calon peserta didik baru tidak dipungut biaya.
  2. Daftar ulang dilaksanakan secara offline di sekolah, setelah seluruh tahapan PPDB berakhir.
  3. Peserta didik yang telah diterima wajib menyerahkan bukti penerimaan, foto copy Ijazah atau Surat Keterangan Lulus yang dikeluarkan oleh sekolah dan menunjukkan dokumen aslinya, serta foto copy kartu keluarga dan menunjukkan dokumen aslinya.
  4. Proses daftar ulang bagi peserta didik baru dilaksanakan secara offline dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
  5. Apabila ditemukan pemalsuan dokumen, maka akan diproses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku dan dicabut haknya sebagai peserta didik baru.

KRITERIA PEMERINGKATAN DALAM PPDB SMA/SMK JATIM TAHUN PELAJARAN 2022/2023

KRITERIA PEMERINGKATAN DALAM PPDB SMA/SMK JATIM TAHUN PELAJARAN 2022/2023

1.  Jalur Afirmasi (SMA/SMK)

Apabila pendaftar melebihi kuota pagu sekolah, maka pemeringkatan berdasarkan urutan:

a.  Jarak Domisili Terdekat

b.  Usia Calon Peserta Didik Baru yang lebih tua

c.  Waktu pendaftaran

2.  Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua/wali (SMA/SMK)

Apabila pendaftar melebihi kuota pagu sekolah, maka pemeringkatan berdasarkan urutan:

a.  Jarak Domisili Terdekat

b.  Usia Calon Peserta Didik Baru yang lebih tua

c.  Waktu pendaftaran

3.  Jalur Prestasi Hasil Lomba (SMA/SMK)

Jalur Prestasi Hasil Lomba bidang Akademik dan Non Akademik, diperingkat berdasarkan  urutan:

a.  Bobot prestasi (skoring)

b.  Rerata Nilai Rapor

c.  Usia calon peserta didik baru yang lebih tua

Penskoran berdasarkan:

a.  Prestasi Berjenjang Individu

JUARA

SKOR PRESTASI TINGKAT

KAB/KOTA

PROVINSI

NASIONAL

INTERNASIONAL

I

16

32

64

128

II

8

16

32

64

III

4

8

16

32

b. Prestasi Berjenjang Beregu

JUARA

SKOR PRESTASI TINGKAT

KAB/KOTA

PROVINSI

NASIONAL

INTERNASIONAL

I

8

16

32

64

II

4

8

16

32

III

2

4

8

16

c. Prestasi Tidak Berjenjang Individu

JUARA

SKOR PRESTASI TINGKAT

KAB/KOTA

PROVINSI

NASIONAL

INTERNASIONAL

I

8

16

32

64

II

4

8

16

32

III

2

4

8

16

d. Prestasi Tidak Berjenjang Beregu

JUARA

SKOR PRESTASI TINGKAT

KAB/KOTA

PROVINSI

NASIONAL

INTERNASIONAL

I

4

8

16

32

II

2

4

8

16

III

1

2

4

8

e. Khusus Hafidz Qur’an (*), skoring sebagai berikut:d. Prestasi Tidak Berjenjang Beregu

Jumlah Juz

Skor

5 s.d. 9

16

10 s.d. 19

32

20 s.d. 29

64

30

128

(*) Sertifikat dikeluarkan oleh Pondok Pesantren/Lembaga Tahfidzul Qur’an, dan dilegalisir oleh kantor Kemenag Kabupaten/Kota.

f. Delegasi sekolah yang dikirim di tingkat Provinsi/Nasional/Internasional, skor dihitung dengan cara:

1) Delegasi Individu, setara dengan Juara III Prestasi Tidak Berjenjang (individu) sesuai tingkatannya;

2) Delegasi Beregu, setara dengan Juara III Prestasi Tidak Berjenjang (beregu) sesuai tingkatannya.

 

4.  Jalur Prestasi Nilai Akademik (SMA/SMK).

Diperingkat berdasarkan urutan:

a. Jumlah Nilai Akhir,

b. Jika jumlah Nilai Akhir sama, maka diperingkat berdasarkan urutan perolehan rerata nilai rapor mata pelajaran:

1) Pendidikan Agama dan Budi Pekerti

2) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

3) Bahasa Indonesia

4) Matematika

5) Ilmu Pengetahuan Alam

6) Ilmu Pengetahuan Sosial

7) Bahasa Inggris

c. Waktu Pendaftaran

5.  Jalur Zonasi (SMA/SMK)

Pemeringkatan berdasarkan urutan:

a.  Jarak Domisili Terdekat

b.  Usia calon peserta didik baru yang lebih tua

c.  Waktu Pendaftaran


Minggu, 15 Mei 2022

TAHAPAN PENDAFTARAN PPDB JATIM JENJANG SMA/SMK NEGERI TAHUN PELAJARAN 2022/2023

 

    Sesuai dengan Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Nomor: 188.4/1946/101.7.1/2022 tentang Juknis Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru Jenjang Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, dan Sekolah Luar Biasa Provinsi Jawa Timur Tahun Pelajaran 2022/2023, tahapan yang harus dilalui dalam PPDB SMA/SMK Negeri sebagai berikut:

1.  Pengisian Nilai Rapor

Kepala Sekolah atau yang ditugasi Kepala Sekolah pada SMP/Sederajat mengisikan nilai rapor untuk mata pelajaran:

a. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti (Mts/SMPK = nilai rata-rata agama)

b. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

c. Bahasa Indonesia

d. Matematika

e. Ilmu Pengetahuan Alam

f. Ilmu Pengetahuan Sosial

g. Bahasa Inggris

pada kompetensi pengetahuan (KI-3) saja dari semester 1 (satu) sampai dengan semester 5 (lima) secara online melalui aplikasi PPDB mulai 23 Mei 2022 sampai dengan 28 Mei 2022 melalui situs rapor.ppdb.jatimprov.go.id.

2.  Verifikasi Nilai Rapor

Calon peserta didik baru memverifikasi nilai rapor yang telah diisikan oleh sekolah asal secara online melalui aplikasi PPDB mulai 27 Mei 2022 sampai dengan 30 Mei 2022 melalui situs ppdb.jatimprov.go.id.

3.  Pembetulan Nilai Rapor

Pembetulan nilai rapor (bagi calon peserta didik baru yang terdapat kesalahan entry) dilakukan oleh sekolah asal secara online melalui aplikasi PPDB mulai 28 Mei 2022 sampai dengan 31 Mei 2022 melalui situs rapor.ppdb.jatimprov.go.id.

4.  Pengambalian PIN

a.  Semua calon peserta didik baru mengambil PIN (Personal Identification Number) dan Penentukan titik rumah dengan aplikasi geolokasi melalui situs ppdb.jatimprov.go.id dimulai tanggal 2 Juni 2022 sampai dengan 18 Juni 2022 secara online.

b.   PIN dipergunakan untuk melakukan pendaftaran.

Tata Cara Pengambilan PIN : 

5.  Waktu Pelaksanaan

Sumber: Juknis PPDB Jatim 2022/2033

Untuk melihat tata cara mendaftar, cetak bukti penerimaan dan cara daftar ulang Klik tombol berikut: